Speaker Genetic Midbass TN-65B dan tweeter MT GT-806B
Pastinya Stereo Mania hafal betul produk dari pabrikan Genetic. Brand ini jarang sekali menawarkan produknya berupa component set atau sepaket speaker yang biasanya berisi 2 pasang woofer, 2 pasang tweeter dan 2 pasang passive crossover. Genetic kebanyakan menawarkan Raw Driver atau stand alone driver, misalkan sepasang woofer saja atau sepasang midrange saja.
Strategy ini tentunya sangat bermanfaat bagi Stereo Mania yang suka mengawinkan berbagai produk menjadi sebuah system. Selain itu workshop menjadi lebih leluasa dalam menentukan selera sesuai dengan keinginan konsumen. Kali ini Genetic mengeluarkan produk terbarunya berupa tweeter AMT yang diberi nama MT GT-806B. Tidak hanya itu, pihak Genetic coba mengkombinasikannya dengan midbass berbahan Titanium.
Air Motion Transformer MT GT-806B
Kali ketiga seingat Autostereo melakukan review terhadap tweeter jenis AMT. seperti kita ketahui, Air Motion Transformer memiliki kelebihan mampu menghantarkan frequency tinggi layaknya speaker ribbon, tapi diimbangi oleh batas bawah tanggapan frequency yang rendah.
Genetic seri MT GT-806B berperawakan bulat dengan diameter 8.5 cm. Dari tampilannya tweeter AMT ini termasuk kedalam jajaran dengan quality control yang baik, finishing hitam doff terlihat rapi dan halus. Begitu pula dengan housing atau face plate tweeter ini terbilang apik dari mulai depan hingga belakang.
Baik dari diameter serta mounting depth, MT GT-806B masih pas jika ditanam diatas dashboard, tentunya tidak akan menghalangi jarak pandang pengemudi. Bagian depan terlihat seperti plastik mika berwarna kuning atau sejenis polyethylene bergelombang, inilah membrane atau diaphragm yang dibantu medan magnet sehingga menyebabkan AMT ini bersuara. Bobot material yang ringan, membuatnya mampu memproduksi extended high yang dynamic.
MT GT-806B Measurement
Biasanya jika Stereo Lab melakukan pengukuran untuk DC voice coil, grafik yang dihasilkan selalu rata, sehingga impedance serta Fs bisa mempunyai nilai dibawah 20 Hz. Karena teorinya tweeter jenis ini hanya mengandalkan medan magnet yang mampu menimbulkan tenaga untuk memompa udara, sehingga inductance yang dihasilkan sangat minim.
Berbeda dengan MT GT-806B, walaupun menghasilkan grafik sinusoidal yang rata, nilai Fs bercokol di angka 1743 Hz dan juga mengeluarkan nilai Q yang hampir tidak ada. Sedangkan impedance sebesar 2.9 ohm. Saat melakukan pengukuran frequency response, Stereo Lab melakukan hi-pass dengan capacitor berukuran 47 mf, atau cutting sekitar 900 Hz.
Grafik yang dihasilkan terbilang cukup baik. Jika dilihat batas bawah MT GT-506B berada pada kisaran 2000 Hz. Agak melenceng dengan teori tentang AMT, ternyata Genetic ini mampu menembus frequency yang cukup rendah. Grafik dari 2kHz sampai dengan 11kHz terlihat linear dan flat, selanjutnya mengalami peak yang cukup tinggi.
Mid Woofer TN-65B
Dalam spesifikasi tertulis bahan konus dari mid woofer ini ialah titanium, walaupun secara sekilas tidak terlihat bahwa konus menggunakan bahan metal berhubung Genetic TN-65B konusnya secara OEM tertutup grill honey comb yang tidak bisa dibuka.
Dilihat dari sosoknya, midwoofer ini terlihat kokoh. Rangka yang terbuat dari alloy bertulang kecil sehingga struktur speaker seperti motor dan diaphragm sedikit leluasa untuk dilihat. Design ini juga yang diperkirakan hawa akibat pergerakan speaker akan leluasa keluar, terlebih lagi terdapat lobang atau pole pieces pada bagian buritan magnet ferrite diameter cukup besar.
Dari sela-sela front plate terlihat voice coil dengan diameter yang cukup besar, systemnya menggunakan over hung yang biasanya memiliki Q yang landai serta Qts dibawah 0.5, beberapa pakar car audio merekomendasikan woofer dengan spesifikasi ini.
Mid Woofer TN-65B @ Lab
Berhubung tertutup dengan grill, Stereo Lab melakukan pengukuran dengan metoda known volume. Ternyata perkiraan Stereo lab tidak melenceng, Qes serta Qts berada di bawah 0,5 atau malahan terbilang sangat rendah yaitu disekitar angka 0,2.
Fs nya pun terbilang rendah, yaitu 42 Hz dan setelah diberi beban turun menjadi 33 Hz. Nilai yang baik untuk sebuah woofer. Terlebih lagi ketika melihat dBSPL atau sensitifitas yang dihasilkan oleh woofer ini, nilainya termasuk tinggi, yaitu 92,2 dB. Nilai ini diraih besar kemungkinan akibat diaphragm speaker yang ringan serta penggunaan voice coil dan medan magnet yang besar.
Ketika melihat frequency response, stereo lab mematok dari rentang frequency 50 Hz sampai dengan 6 kHz. TN-65B terdapat beberapa roll off dan peak untuk range frequency tersebut, tapi dengan adanya perangkat canggih, hal itu dapat dengan mudah diperbaiki.
Genetic TN-65B & MT GT-806B Sound Harmonious
Suara yang cukup harmonis dari gabungan antara midbass TN-65B & tweeter MT GT-806B, terdengar saat stereo lab melakukan pengujian suara dengan menjadikannya sebuah system. Untuk mencegah baffle diffraction terhadap AMT, lab membuatkan dudukan yang simetris. Dan untuk midbass, ditanamkan pada box dengan ukuran 23 liter.
Untuk pengujian ini, Autostereo Lab melakukan cutting frequency hi pass untuk tweeter di 5 kHz, sedangkan midbass pada 3 kHz dengan slope 12 dB. Secara alat ukur dan pendengaran, cutting ini terasa pas. Beberapa penyesuaian EQ dilakukan untuk mengejar frequency yang muncul di Clio rata.
Sesaat memutar CD IASCA, dari track pertama hingga track ke-7 kembali settingan dilakukan. Dan hasilnya cukup memuaskan, dari frequency bawah hingga atas terdengar balance. Karakter yang dibawakan oleh speaker ini terasa pada transient yang cepat sehingga membuat music terasa lebih hidup. Untuk beberapa instrument, suara menjadi ringan disertai dynamic yang cepat.
System Pendukung
Head unit Clarion HXD-2
Amplifier Gramond GC-X
Amplifier Crescendo Sonata 4
Speaker 2 way Morel Virtus
Midrange Fountek FR88
Subwoofer Wave 10”
Interconnect Harmonic Harmony
Speaker cable MST Melodia Stage-1
Dikutip dari:
Majalah AutoStereo
